Menjelang eksekusi, para terpidana mati mendapat kunjungan dari keluarganya. Salah satunya adalah terpidana mati asal Nigeria, Sylvester Obiekwe Nwolise. Pria yang nama lainnya Mustofa tersebut dijenguk sang istri, bernama Fatimah, Jumat siang (6/3/2015).
Menurut Novarita, kerabat dari Fatimah, ketika dijenguk, Sylvester terlihat senang. Bahkan ketika bertemu istrinya, Sylvester memeluknya.
"Dia sangat baik-baik, senang saat dijenguk, mereka pelukan," kata Novarita di Wijaya Pura, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Menurut Novarita, Sylvester sudah pasrah ketika masuk daftar terpidana yang akan dieksekusi. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada yang maha kuasa.
"Dia sudah pasrah, dia berdoa semoga ada mukzizat yang akan menyelamatkannya," kata Novarita.
Saat ini, Sylvester berada di LP Batu dan belum dipindahkan ke ruang isolasi. Sylvester sendiri merupakan pemain lama dalam peredaran Narkoba di Indonesia. Warga Nigeria tersebut telah berkali-kali ditangkap oleh pihak kepolisian dan BNN.
Sylvester pertamakali ditangkap pada tahun 2002 di Bandara Soekarno-Hatta karena berusaha menyelundupkan heroin seberat 1,2 Kg. Sylvester dijatuhi hukuman mati pada 2004 lalu oleh PN Tangerang, dan Grasinya ditolak Jokowi Februari lalu. (tribunnews)
Jumat, 06 Maret 2015
Terpidana Mati Ini Mendapat Pelukan Istrinya Ketika Dijenguk
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar